Ada Gunung yang Dari Udara Terlihat Seperti Mata Raksasa—Bagaimana Alam Bisa Membentuknya?

Read Time:3 Minute, 28 Second

cocol88 gacor
mabar69 login
mabar69 link alternatif
mabar69 slot
ronin86 login
slot terpercaya
mahjong69 gacor
zona69 link alternatif
zona69 login
nobar69
baron69 link login
baron69 login
baron69 gacor
starling69 login
starling69 link alternatif
link slot gacor
dinasti168 link
rtp slot cuan
rtp slot gacor
link dinasti168
rtp pasti cuan
lotus138 login
rtp slot mantap
cocol88 login
link agen slot
cocol88 mantap
cocol88 auto cuan
mabar69 link login
mabar69 oke
mabar69 slot terpercaya
mahjong69 auto cuan
mahjong69 link alter
mahjong slot
mahjong69 scatter hitam
nobar69 link alternatif
nobar69 gacor
zona69 link alternatif
ronin86 gacor
master38 auto cuan
master38 gacor
master38 login
starling69 login
starling69 gacor
LAMBO69 login
login link lambo69
zona69 bet
mahjong69 bet
link slot gacor
rtp slot gacor hari ini
bobo77 login
master38 bet
bobo77 slot
bobo77 bet
master38 slotter
master38 auto cuan
liveslot168 login
liveslot168 slots
bobo77 link login
bobo77 slot tergacor
mahjong69 slot anti rungkad
ronin86 bantai zeus
master38 gampang menang
master38 gampang jackpot
mahjong69 gampang jackpot
master38 login
cocol88 login
zona69 login
login slot gacor
zona69 skuy
master38 skuy
rtp slot terupdate
master39 login
zona69 terbaik
dinasti168 login
login slot gacor
rtp slot terkini
master38 joss
master38 link daftar
master38 depo via dana
mahjong69 anti kalah
master38 link gacor
master38 alternatif
master38 login

Kalau lihat dari bawah, mungkin yang kelihatan cuma gurun, batu, dan bukit biasa. Tapi coba lihat dari udara, ada satu bentang alam di Mauritania yang bikin orang auto mikir, “Ini mata siapa, kok segede itu?” Namanya Richat Structure, atau lebih populer disebut Eye of the Sahara. Bentuknya berupa lingkaran-lingkaran raksasa yang sekilas mirip iris dan pupil mata. Uniknya lagi, ini bukan hasil manusia, bukan juga jejak pesawat alien, melainkan hasil proses geologi yang berlangsung selama waktu yang sangat panjang. Dari luar angkasa, bentuknya bahkan jauh lebih gampang dikenali dibandingkan ketika dilihat dari permukaan tanah.

Beberapa hal unik di balik “mata” raksasa ini:

  • Bukan kawah meteor. Dulu bentuknya yang hampir bulat sempat membuat ilmuwan menduga Richat Structure adalah bekas tumbukan meteor. Namun penelitian geologi menunjukkan struktur ini lebih cocok dijelaskan sebagai kubah batuan yang terangkat, atau domed anticline, kemudian terkikis selama jutaan tahun.
  • Lingkarannya terbentuk karena batuan “kalah kuat”. Tidak semua batuan mengalami erosi dengan kecepatan yang sama. Batuan yang lebih tahan erosi bertahan sebagai punggungan, sementara lapisan yang lebih mudah terkikis berubah menjadi lembah. Pola naik-turun inilah yang akhirnya membentuk lingkaran konsentris seperti iris mata.
  • Ukurannya bukan kaleng-kaleng. Struktur Richat memiliki bentang sekitar 40 kilometer menurut NASA dan USGS, sementara beberapa sumber pengamatan satelit mencatat ukurannya dapat mencapai sekitar 50 kilometer tergantung bagian struktur yang dihitung. Jadi, ini bukan “mata” kecil yang kebetulan terlihat dari drone.
  • Angin ikut menjadi seniman. Lokasinya berada di Sahara, sehingga angin dan air selama waktu yang sangat panjang ikut mengikis permukaan serta membantu membuka lapisan-lapisan batuan yang berbeda. Bahkan angin timur laut yang terus-menerus membantu menjaga sebagian kubah relatif bebas dari pasir.
  • Lapisan di dalamnya seperti arsip sejarah Bumi. Cincin-cincin tersebut bukan sekadar pola cantik. Perbedaan warna dan bentuknya menunjukkan adanya berbagai jenis batuan sedimen dan batuan beku yang tersingkap akibat erosi. Bagian-bagian tertentu juga memperlihatkan lapisan batuan dengan usia yang berbeda.

Yang bikin fenomena ini makin menarik adalah cara alam membentuk sesuatu yang terlihat begitu “rapi” tanpa benar-benar merencanakannya. Bayangin ada kubah batuan yang terangkat jauh di masa lalu, lalu selama jutaan tahun permukaannya digerus angin, air, dan proses pelapukan. Karena tiap jenis batu punya tingkat ketahanan berbeda, bagian yang kuat tetap nongol sementara bagian yang lebih lunak terkikis. Hasil akhirnya adalah pola lingkaran bertingkat yang dari atas terlihat seperti mata raksasa. Fenomena semacam ini juga menunjukkan kenapa perspektif dari luar angkasa sangat penting dalam geologi. Dari permukaan, kita cuma melihat bukit dan lembah yang terpisah-pisah. Namun dari satelit atau orbit, pola besarnya langsung kelihatan. NASA bahkan mencatat bahwa struktur ini sangat sulit dikenali dari daratan, tetapi tampak jelas ketika dilihat dari angkasa.

Jadi, kalau ada yang bilang Bumi punya “mata”, secara harfiah memang bukan begitu. Tapi Eye of the Sahara membuktikan bahwa alam bisa menciptakan bentuk yang kelihatan seperti karya seni raksasa. Bedanya, senimannya bukan manusia—melainkan tekanan geologi, batuan, angin, air, dan waktu yang bekerja bareng selama jutaan tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tempat Ini Terlihat Seperti Planet Mars, Padahal Letaknya Tidak Jauh dari Permukiman Manusia
Next post Kota di Tengah Gurun Ini Justru Membuat Warganya Tinggal di Bawah Tanah untuk Melawan Cuaca Ekstrem