Tempat Ini Terlihat Seperti Planet Mars, Padahal Letaknya Tidak Jauh dari Permukiman Manusia
Kalau cuma lihat fotonya sekilas, tempat ini bisa bikin orang mikir, “Ini Bumi apa Mars, sih?” Namanya Wadi Rum, sebuah kawasan gurun di selatan Yordania yang terkenal dengan batuan raksasa, lembah luas, pasir kemerahan, dan suasana yang super gersang. Uniknya, Wadi Rum bukan lokasi di planet lain, melainkan tempat yang masih bisa dikunjungi manusia di Bumi. Lanskapnya bahkan begitu mirip dengan gambaran Mars sehingga kawasan ini beberapa kali dipakai sebagai lokasi syuting film bertema luar angkasa. NASA sendiri menyebut Wadi Rum sebagai salah satu lanskap yang digunakan sebagai “pengganti” permukaan Mars dalam berbagai film.
Kenapa Wadi Rum bisa kelihatan seperti Mars? Ini beberapa faktanya:
1. Warna merahnya bukan sekadar efek kamera
Warna kemerahan pada permukaan gurun berasal dari mineral dan batuan yang mengalami pelapukan. Fenomena ini punya kemiripan visual dengan Mars, yang tampak merah karena mineral besi di batuan, debu, dan regolitnya mengalami oksidasi alias proses yang mirip dengan karat.
2. Formasi batunya benar-benar terasa “alien”
Wadi Rum dipenuhi tebing, menara batu, dan inselberg yang menjulang dari dataran gurun. Bentuk-bentuk tersebut terbentuk melalui proses geologi dan erosi selama waktu yang sangat panjang. Dari kejauhan, kombinasi batu raksasa dan tanah tandusnya memang gampang banget bikin suasana seperti planet asing.
3. Vegetasinya sangat minim
Tidak seperti kebanyakan lanskap Bumi yang dipenuhi pepohonan, Wadi Rum memiliki area luas dengan tutupan vegetasi yang sangat sedikit. Kondisi kering seperti ini membuat permukaan batu dan pasir terlihat lebih dominan, mirip dengan pemandangan Mars yang juga memiliki lingkungan sangat tandus.
4. Pernah jadi “Mars” untuk film
Wadi Rum digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar film The Martian karya Ridley Scott. Lanskapnya dianggap cocok untuk menggambarkan permukaan Mars, terutama karena bentuk lembah, tebing, dan warna gurunnya memberikan kesan planet merah yang kuat.
5. Bumi memang punya banyak “versi Mars”
Wadi Rum bukan satu-satunya tempat yang dipelajari karena kemiripannya dengan Mars. Para ilmuwan mengenal istilah planetary analog, yaitu lokasi di Bumi yang mempunyai karakteristik tertentu yang mirip dengan lingkungan di dunia lain. Tempat-tempat seperti Gurun Atacama, Utah, hingga kawasan ekstrem lainnya digunakan untuk membantu penelitian terkait Mars.
Yang menarik, kemiripan seperti ini bukan cuma soal pemandangan buat konten Instagram. Para ilmuwan benar-benar menggunakan lokasi ekstrem di Bumi untuk memahami bagaimana peralatan, metode penelitian, bahkan pencarian tanda-tanda kehidupan bisa dilakukan di lingkungan yang menyerupai planet lain. Salah satu contoh yang lebih ekstrem adalah Rio Tinto di Spanyol, sungai berwarna merah dan sangat asam yang dipelajari sebagai analog Mars karena memiliki mineral dan kondisi kimia yang relevan dengan lingkungan Mars. Jadi, ketika melihat gurun merah dan batuan tandus seperti di Wadi Rum, sebenarnya kita sedang melihat contoh bahwa Bumi punya beberapa tempat yang secara visual maupun geologis bisa memberikan gambaran tentang dunia lain. Bedanya, di sini masih ada udara yang bisa dihirup, kehidupan yang bisa ditemukan, dan manusia yang bisa berdiri santai menikmati pemandangannya.
Pada akhirnya, Wadi Rum membuktikan kalau pemandangan ala Mars ternyata nggak harus menunggu manusia pergi ke Mars. Cukup melihat beberapa sudut Bumi yang ekstrem, kita sudah bisa mendapatkan gambaran betapa asingnya sebuah planet lain—tanpa harus meninggalkan planet kita sendiri.